Senin, 26 Oktober 2009

Murninya setiamu




­ Pada suatu pagi yang tidak begitu cerah, aku berjalan lambat menuju sebuah halte bus di daerah Cinere, dekat dengan tempat kostku. Ya, pagi itu aku hendak berangkat ke tempat kerja, bersama beberapa orang lainnya, aku menuju halte terdekat dan menanti bus yang akan membawaku menuju tempat kerja. Sembari duduk menunggu bus yang tak juga datang, aku mengamati perilaku orang-orang di sekitarku (aku sangat menyukai hal ini, mencoba menyelami alam pikiran orang lain).. aku mengamati mereka secara perlahan, pelan, dan bergantian. Hingga mataku tertumbuk pada sesosok wanita berusia akhir dua puluhan (atau awal tiga puluhan?), Ia berdiri kurang dari tiga langkah dariku, matanya sembab seperti habis menangis semalam suntuk, wajahnya terlihat sangat lelah, namun tampaknya Ia memaksakan diri untuk tetap berangkat bekerja pagi ini. Handphone yang tertempel di telinganya Ia genggam erat-erat. Bibir tipisnya bergetar mengucap “iya.. cincin tunanganpun udah gue kembaliin.. gue sakit banget.. dia selingkuh !”


Pada suatu pagi yang tidak begitu cerah, beberapa belas orang berdesakan menunggu bus di sebuah halte. Ramainya kondisi jalan membuat mereka tidak menyadari ada air mata yang mengalir perlahan ketika seorang wanita berbicara setengah berbisik melalui telepon selulernya. Tak ada yang mendengar. Kecuali aku.
Peristiwa kecil di pagi itu membuatku melayang pada kondisiku sendiri. Pada penantian panjangku. Dan membuatku semakin mantap dan yakin untuk menulis Blog ini..


Akan banyak sekali fakta dan definisi tentang perselingkuhan, ada yang berupa penghujatan, curahan hati atau justru sebuah legitimasi yang membenarkan perselingkuhan itu sendiri. Sebuah majalah remaja pernah menuliskan 1 dari 2 cowok usia 17-25 tahun di Jakarta pernah berselingkuh. Survei lain pernah dilakukan oleh harian Kompas (4 Mei 2008) dan hasilnya adalah laki-laki memiliki potensi yang lebih tinggi untuk berselingkuh. Tidak hanya di dalam negri, topik perselingkuhan juga kerap diangkat dalam talk show atau buku di luar negri, salah satu buku yang berjudul The Truth About Cheating yang ditulis oleh seorang konselor pernikahan bernama M. Gary Neuman, mengatakan bahwa 48% para suami melakukan perselingkuhan karena ketidakpuasan secara emosional. Penelitian yang dilakukan terhadap 2000 orang wanita di Amerika Serikat menunjukan bahwa 39% dari mereka pernah berselingkuh minimal satu kali.

Apapun data yang disajikan oleh para pemerhati perselingkuhan (atau apalah istilahnya..) bagiku perselingkuhan hanyalah suatu tindakan pengecut. Tidak lebih. Mungkin aku memang bukan seorang definisator yang handal, tidak pintar bermain kata-kata, tidak juga cerdas untuk menguak suatu makna, atau aku sudah enggan dengan perselingkuhan yang biasanya diikuti dengan “Gerakan Saling Menyalahkan” dalam pasangan, tanpa mereka sadari hal tersebut hanya manifesto dari “Gerakan Saling Menyakiti”. Ingin sekali aku berteriak lantang Stooooppp !!!” ,aku muak dengan perselingkuhan, aku benci dengan para pelakunya.. tapi, apa ada yang mau dengar aku?, aku bukan pakar percintaan, bukan konsultan pernikahan, apalagi psikolog. Aku cuma seseorang yang (dengan tidak munafik dan sok suci) ingin mengumpulkan orang-orang yang sependapat denganku, untuk berbagi rasa dan cerita, tentang sakitnya pengkhianatan, besarnya rasa bersalah setelah berselingkuh, dalamnya rasa penyesalan setelah kehilangan seseorang yang kita cinta akibat dari perselingkuhan ataupun ucapan maaf yang belum sempat kita sampaikan.. yang hanya “halal” bagi orang yang bangga akan kesetiaan.. di sini.. MURNInya setiamu

Disini kamu semua bisa ber ekspresi tentang kesetiaanmu, baik itu meninggalkan komentar, uneg-uneg, fotomu dalam ungu, atau mengirimkan video pengakuan setiamu ke : murni.andini.k@gmail.com






Loyal Hugs,

Murni Andini



Makasih yah buat semua orang yang masih menghargai kesetiaan di dunia ini...




makasih yah indah semoga ujubgnya juga indah




aduh makasih yah rin... di jaga donk jangan putus nyambung terus





Thanks banget ya mbak Septy.. Salam buat suami tercinta :)





Makasih Shendy.. semoga pengalaman buruk sang kakak nggak terjadi pada kamu ya :)




tuh zal yah dah aku tayangin... gelap bener zal nunggu rumah sepi yah